Terima kasih buat teman-teman seperjuangan yang memberi kejutan hari ini, walaupun terlalu cepat 2 hari tapi saya sangat menghargai perhatian dari kalian.
Kalian sangat berharga setelah keluarga saya. Mencoba men-support saya dengan cara kalian, meski saya tak berharap semua itu. Tapi kalian mencoba memberi lebih.
Berbagi
Januari 10th, 2010
*sigh*
Sekitar mata sebelah kiri menghitam lagi. Memang belum sembuh benar setelah benturan akibat kecelakan motor 1 bulan lalu. Hidung juga terasa agak aneh walaupun kata dokter bedah baik2 saja.
Desember lalu memang kelabu bagiku. (lagi…)
Berbagi
Januari 5th, 2010
Fiyuh, Hidup memang tak selurus yang kita kira. Ada rencana dari Allah yang sangat mungkin tidak kita duga. Kadang memang pahit seperti jamu*, hiyakkk emang kadang ingin memuntahkan saja. Tapi saat kita sudah menjalan mungkin rasanya bisa manis, seperti secangkir teh manis yang menetralisir rasa pahit jamu itu.
*) Jamu adalah jamu buatan ibu yang sangat pahit hehe…
Berbagi
Januari 4th, 2010
Hai, apa kabar blogku? lama juga tak mampir disini. Fiyuh barusan terlintas mengunjungimu. Syukur aku masih ingat user dan passwordmu hehe…
Aku tidak tahu mesti cerita apa tapi aku butuh berbagi. Mungkin ini cukup mewakili. Aku akan coba mengisi tulisan di dindingmu lagi. (^_^)
Berbagi
Desember 30th, 2009
Berbagi
Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar Juli 25th, 2009
Suatu hari di terminal Purabaya Surabaya (baca: Bungurasih)
Sambil clingak-clinguk..*nanya ke siapa yach enaknya, sambil berpikir*
*nach itu dia, pak dishub*
Saya: “Pak masjid yang paling dekat dari terminal dimana yach?”
Petugas Dishub: “oh ni pak deket, sebelah tiang iklan sarung wadi*** belok kanan.”
Saya: “masjid pak ya? untuk sholat jumat?” *perasaan yang ditunjuk itu Musholla*
Petugas Dishub: “Iya mas yang deket ini.”
Saya: “oh jadi Musholla dibuat sholat Jumat ya pak?ok2 pak makasih…”
Sambil berlalu meinggalkan pak Dishub, ah jam sudah menunjukkan pukul 12 lebih 5 menit.
Bocah kecil: “mas..mas..korannya mas Rp. 500.”
Saya: “nggak dik” Jawabku enteng sambil lalu. * koran apaan Rp 500 pikirku*
Si bocah kecil masih kekeuh menawarkan jualan koran ‘Rp 500′-nya.
Bocah kecil: “itu lo mas uda penuh” sambil nunjuk ‘Masjid’
Saya: *ya ampun penuh sesak juga Musholla itu* ” ya uda dik beli 1 ya”
Saya baru sadar kenapa banyak anak kecil jualan koran ‘Rp 500′
Sesampai di Musholla saya takjub.
Subhanallah, baru kali ini saya sholat jumat di pelataran pakai alas koran, begitu banyak orang yang rela bersusah payah demi kewajiban yang tidak bisa ditunda. Allahu Akbar!!!
Berbagi
Juli 18th, 2009
Previous Posts