Prematur

Terima kasih buat teman-teman seperjuangan yang memberi kejutan hari ini, walaupun terlalu cepat 2 hari tapi saya sangat menghargai perhatian dari kalian.

Kalian sangat berharga setelah keluarga saya. Mencoba men-support saya dengan cara kalian, meski saya tak berharap semua itu. Tapi kalian mencoba memberi lebih.

Dipublikasi di Unek-unek enek | Tinggalkan Komentar

Menghitam lagi

*sigh*
Sekitar mata sebelah kiri menghitam lagi. Memang belum sembuh benar setelah benturan akibat kecelakan motor 1 bulan lalu. Hidung juga terasa agak aneh walaupun kata dokter bedah baik2 saja.

Desember lalu memang kelabu bagiku. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Kemana dimana | Tinggalkan Komentar

Paket: Pahit Manis

Fiyuh, Hidup memang tak selurus yang kita kira. Ada rencana dari Allah yang sangat mungkin tidak kita duga. Kadang memang pahit seperti jamu*, hiyakkk emang kadang ingin memuntahkan saja. Tapi saat kita sudah menjalan mungkin rasanya bisa manis, seperti secangkir teh manis yang menetralisir rasa pahit jamu itu.

*) Jamu adalah jamu buatan ibu yang sangat pahit hehe…

Dipublikasi di Unek-unek enek | Tinggalkan Komentar

Apa Kabar Blogku???

Hai, apa kabar blogku? lama juga tak mampir disini. Fiyuh barusan terlintas mengunjungimu. Syukur aku masih ingat user dan passwordmu hehe…
Aku tidak tahu mesti cerita apa tapi aku butuh berbagi. Mungkin ini cukup mewakili. Aku akan coba mengisi tulisan di dindingmu lagi. (^_^)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Diproteksi: Masihkah kau baca tulisanku?

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Dipublikasi di Uncategorized | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

Pelataran parkiran…

Suatu hari di terminal Purabaya Surabaya (baca: Bungurasih)

Sambil clingak-clinguk..*nanya ke siapa yach enaknya, sambil berpikir*
*nach itu dia, pak dishub*
Saya: “Pak masjid yang paling dekat dari terminal dimana yach?”
Petugas Dishub: “oh ni pak deket, sebelah tiang iklan sarung wadi*** belok kanan.”
Saya: “masjid pak ya? untuk sholat jumat?” *perasaan yang ditunjuk itu Musholla*
Petugas Dishub: “Iya mas yang deket ini.”
Saya: “oh jadi Musholla dibuat sholat Jumat ya pak?ok2 pak makasih…”

Sambil berlalu meinggalkan pak Dishub, ah jam sudah menunjukkan pukul 12 lebih 5 menit.

Bocah kecil: “mas..mas..korannya mas Rp. 500.”
Saya: “nggak dik” Jawabku enteng sambil lalu. * koran apaan Rp 500 pikirku*
Si bocah kecil masih kekeuh menawarkan jualan koran ‘Rp 500′-nya.
Bocah kecil: “itu lo mas uda penuh” sambil nunjuk ‘Masjid’
Saya: *ya ampun penuh sesak juga Musholla itu* ” ya uda dik beli 1 ya”

Saya baru sadar kenapa banyak anak kecil jualan koran ‘Rp 500′

Sesampai di Musholla saya takjub.
Subhanallah, baru kali ini saya sholat jumat di pelataran pakai alas koran, begitu banyak orang yang rela bersusah payah demi kewajiban yang tidak bisa ditunda. Allahu Akbar!!!

Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar