Tolak Pabrik HOLCIM, Demo (wah..wah..wah..)

31 05 2008

Tolak Pabrik Holcim, Demo

TUBAN - Puluhan warga sekitar lokasi pabrik semen Holcim Indonesia kemarin (30/5) berunjuk rasa di kantor pabrik itu yang berada di Desa Merkawang, Tambakboyo. Mereka yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Lingkungan (JADUL) itu memprotes rencana pembangunan pabrik semen itu di wilayah tersebut.

Warga yang berunjuk rasa itu berasal dari desa-desa ring I pabrik. Di antaranya, dari Desa Merkawang, Sawir, Glondonggede (Tambakboyo), Desa Karangasem (Jenu), dan Desa Mliwang (Kerek). Aksi ini juga didukung para aktivis lingkungan dari komunitas Anak Bangsa Peduli Lingkungan (ABDUL) dan Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) dari wilayah Kerek, Jenu, dan Tambakboyo.

Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi penolakan pembangunan pabrik semen itu.

Aksi unjuk rasa itu bersamaan dengan pengukuhan Forum Konsultasi Masyarakat (FKM) yang dibentuk PT Holcim bersama LSM rekanannya. Pengukuhan FKM itu dihadiri langsung Presdir PT Holcim Indonesia Tim Macky.

Warga bersama para aktivis lingkungan bergerak dari dua arah. Sebagian dari selatan (arah Kerek), sedangkan lainnya dari utara (arah Tambakboyo). Mereka berusaha merangsek ke lokasi pengukuhan FKM, namun gagal karena dihadang puluhan anggota Dalmas Polres Tuban yang dipimpin Kasat Samapta AKP M. Supar. Praktis, massa hanya bisa berorasi sekitar 50 meter dari tempat pengukuhan FKM.

Dalam orasinya para pengunjuk rasa menolak pembangunan pabrik semen itu karena khawatir merusak lingkungan sekitarnya.

”Warga menolak pendirian pabrik semen Holcim,” teriak Kusmen, korlap aksi itu.

Mereka juga mengecam beberapa LSM yang menjadi mitra PT Holcim. Juga menghujat perguruan tinggi yang ditugaskan membuat studi Amdal untuk pabrik semen tersebut. Sebab, kawasan yang akan ditambang termasuk wilayah batuan kars yang seharusnya dilindungi.

Corporate Communication PT Holcim Indonesia Deni Nuryandain ketika dikonfirmasi menegaskan, pihaknya siap berdialog dengan pihak-pihak yang menolak rencana pembangunan pabrik semen Holcim tersebut. ”Mari kita berdialog. Mungkin ada aspirasi yang belum tertampung. Jadi, intinya, kami siap duduk bareng untuk bicarakan apa yang mereka permasalahkan,” tegas Deni. (wid)

(Sumber : Radar Bojonegoro)



Lagu pilihan Minggu ini…….

28 05 2008

Lirik Lagu Kerispatih - Bila Rasaku Ini Rasamu

Aku Memang Terlanjur Mencintaimu
Dan Tak Pernah Ku Sesali Itu
Seluruh Jiwa Telah Ku Serahkan
Menggenggam Janji Setiaku

Kumohon Jangan Jadikan Semua Ini
Alasan Kau Menyakitiku
Meskipun Cintamu Tak Hanya Untukku
Tapi Cobalah Sejenak Mengerti

Reff:

Bila Rasaku Ini Rasamu
Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya
Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga

Coba Bayangkan Kembali
Betapa Hancurnya Hati Ini Kasih
Semua Telah Terjadi

Back To Reff:

Aku Memang Terlanjur Mencintaimu



Begadang yuuk begadanggg…

28 05 2008

Malam ini….ku sendiri..tak ada yanggg menemani…fiyuh the rock banget dech..yup liriknya pas bgt soalnya skrg lg ngantor masuk mlm nech..temen2 segroup blm pada dateng nyamperin kantor yah utk sekedar nemenin..

Fiyuh lama2 merinding jg sendirian di kantor malem2 gini..apalagi setelah beberapa hari lalu sedikit ada yg berusaha ‘ganggu’ yang bener2 lumayan buat dagdigdug [nama blog ini nich] jantung ini. Emakkkkkkk tolong anakmu ini….atut atut maakkkkkkkk…doain makkkk gak ada apa2 utk malm ini dan seterusnya…aminn…

Oiyah niatnya sih td dari rumah mau update antivirus di kantor sekalian, nitip akses internet wakakakak..bukan nitip akses sih sebenernya tp nyari gratisan dikit hehehe..dr rumah itu uda bawa tas gede buat masukin laptop fiyuh bener2 berat bgt kayak mau camping gitu dueh..apalagi mlm2 gini bawanya malah terasa berat karena nahan kantuk itu..setiba di kantor lgsg maen colokin aja ke saklar listrik..tat tit tut tat tit tut..nyala deh tu laptop..setting2 bentar..lgsg konek aja ke internet..yes2 berhasil..pas masuk ke situs antivirus itu eeee…ternyata oh ternyata msh di block aja ma IT sini capek duechhhhh!!!!!!!!!!…apa karena updatenya download 10MB..ampunnnn besok[sekarang tgl 28/5/2008] deh di rmh biar ga gratis yg penting amannnn…

Kerja yuukkk kerjaaa…



KENAIKAN BBM SUDAH TEPAT SASARAN…. MARI KITA DUKUNG!!!!

28 05 2008

KENAIKAN BBM SUDAH TEPAT SASARAN …. MARI KITA DUKUNG!!!!Coba di cerna dulu sebelum protest…!!Ada yang punya analisa: Harga BBM Naek, Jumlah rakyat miskin turun..?! kayak yang dibilang LPEM bahkan sampe 14% lebih kalo Analisanya sbb :

  • Harga bbm naek - tadinya rakyat miskin yang naek bis, sekarang jadi jalan kaki.. trus dijalan ketabrak metromini yg ngebut karena nguber setoran (soalnye bbmnya naek) trus mati..–> RAKYAT MISKIN BERKURANG.
  • Tadinya rakyat miskin makan sehari sekali.. trus jadi makan sekali buat 3 hari ( karena daya belinya turun).. lama2 mati.. –> RAKYAT MISKIN BERKURANG.
  • Tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik..trus gak bisa beli lagi .. ato tadinya ke puskesmas bisa naik angkot tapi sekarang jalan kaki jadi malah mati di jalan..–> RAKYAT MISKIN BERKURANG.
  • Ada rakyat miskin yang jadi stress… mikirin bbm yang naek, saking mikirnya…. ampe lupa makan dan minum….akhirnya mati juga. –> RAKYAT MISKIN BERKURANG.
  • Ada rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif…. buat menuhin kebutuhan dia nyolong ayam tetangga…. ketangkep, digebukin massa…..ampe mati juga. –> RAKYAT MISKIN BERKURANG.
  • Contoh rakyat miskin di RT jenggolo Tuban 004 berebut kartu blt yang masih lagi di print, berebut pake antem-anteman, pentung-pentungan sampe mati jadi RAKYAT MISKIN BERKURANG.

Hehehe ini analisa dari temen kantor yang mencoba merenungi dampak kenaikan BBM..

(Sumber: Berbagai Sumber)



Rossi Menyesal Tak Pindah ke F1

25 05 2008

Roma - Valentino Rossi membuat pengakuan. Pembalap Fiat Yamaha ini menyatakan bahwa dia memiliki penyesalan karena tidak pindah ke Formula 1 saat mendapat kesempatan.

Juara dunia tujuh kali MotoGP itu telah beberapa kali melakukan tes untuk tim Ferrari. Yang terakhir adalah di Valencia, Spanyol, pada awal 2006. Hasilnya, dia hanya kalah beberapa detik di belakang Michael Schumacher.

Rossi pun mengakui ada rasa penyesalan di dalam dirinya karena tak mencoba pindah karir ke F1. “Saya memiliki penyesalan, karena saya tetap penasaran untuk mengetahui apa yang saya dapat lakukan,” ujarnya seperti dilansir Crash.

“Saya melakukannya dengan baik saat tes, dan selalu bermimpi bisa membalap dengan Ferrari. Tapi saya belum siap untuk loncat dan saya masih di tengah balapan motor,” ungkap pria berusia 29 tahun ini.

“Mengemudi mobil F1 sangatlah memuaskan. Seperti membawa pesawat, dan memberi Anda sensasi yang luar biasa. Tapi untuk pembalap motor, rasanya aneh juga ketika memasukkan kedua kaki ke lobang hitam,” tukas Rossi.

(Sumber: Detiksport)



SPBU Suami Bupati Tuban Timbun Solar (ckk..ckk..ckk)

25 05 2008

TUBAN - Sejumlah SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) menimbun BBM menjelang kenaikan harga Sabtu dini hari kemarin. Mereka ingin memanfaatkan perbedaan harga untuk mengambil keuntungan.Salah satu SPBU yang tertangkap adalah SPBU Manunggal, Jalan Manunggal, Tuban. Dua jam menjelang berlakuknya harga baru, SPBU milik Ali Hasan, suami Bupati Tuban Haeny Relawati itu, disegel polisi. Mereka ketahuan menimbun 8.000 liter solar.

Modusnya, SPBU berpura-pura kehabisan stok. Padahal, baru saja mobil tangki nopol L 7318 NU yang memuat 8.000 liter solar mengisi tandon SPBU tersebut. Pengelola SPBU setempat memasang papan pengumuman bahwa solar dan bensin habis. Bukan hanya itu. Seluruh penerangan SPBU bernomor 5462317 itu juga dimatikan.

Penimbunan itu terbongkar dalam operasi Satreskrim Polres Tuban yang dikomando Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Budi Santoso. Satuan ini sejak sore memantau seluruh SPBU di Tuban. Saat mendatangi SPBU Manunggal yang dinyatakan tutup oleh pengelolanya, polisi langsung mengecek isi tandon dengan galah ukur.

Setelah memastikan isi tandon solar tersebut penuh, aparat langsung menyegel mesin pengisian solar yang terletak paling barat dari dua mesin lain. Mesin tersebut dililit police line. Iptu Budi menyebut SPBU itu milik Ali Hasan.

Untuk sementara, polisi menetapkan dua tersangka yang menjadi operator SPBU. Keduanya adalah Teguh Wahyudi, 41, warga Gang Seroja, Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban dan Eko Hariyono, 43, warga lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.

Teguh di sela pemeriksaan polisi kepada wartawan Radar Bojonegoro (Grup Jawa Pos) mengatakan, SPBU tersebut terpaksa tutup dan tidak melayani pembelian solar karena takut diserbu pembeli. “Sejak sore banyak jeriken yang antre,” ujarnya.

Pria berpostur tinggi itu menambahkan, penutupan SPBU tersebut atas inisiatif dirinya sendiri dan tak ada yang menyuruh. Pemilik SPBU yang disebutnya dengan nama Pak Haji (Ali Hasan) tak tahu apa-apa.

Pengakuan pengelola SPBU itu tampaknya tak sesuai kondisi di lapangan. Sejumlah petugas menyatakan, sebelum tutup tak ada satu pun jeriken yang antre.

Kalau benar SPBU tersebut berniat menimbun solar, bisa dipastikan keuntungan besar akan diraup dalam sekejap. Setidaknya, dengan menunda buka dua jam sampai berlaku harga baru Rp 5.500 per liter, mereka bisa meraup untung tambahan Rp 9.600.000 Asumsi tersebut 8.000 x Rp.1200 (selisih harga baru). Dalam delivery order (DO) solar itu tertulis atas nama Ms Emmy, Jalan Cenderawasih I/A Perumahan Tuban Akbar.

Kapolres Tuban AKBP Jebul Jatmoko melalui Kasatreskrim AKP Efendi Lubis menyayangkan aktivitas SPBU tersebut yang menimbun BBM. Menurut dia, di tengah kesulitan dan kepanikan masyarakat, SPBU ITU justru berspekulasi dengan menimbun BBM. Perbuatan tersebut, kata Lubis, bisa dijerat pasal 53 huruf c UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Karena ancaman pasal ini hanya tiga tahun, tersangka tak bisa ditahan.

Untuk sementara, katanya, polisi baru menetapkan dua pengelola sebagai tersangka. Belum ada rencana memeriksa yang lain, termasuk pemilik.

Bagaimana komentar Ali Hasan? Suami bupati Tuban itu mengaku dalam dua hari terakhir dirinya berada di Jogjakarta. Dia tidak tahu-menahu dengan aktivitas di SPBU itu. “Saya baru mengetahui dari sampeyan (Anda),” kata pengusaha segala sektor usaha di Tuban itu. “Kalau ternyata karyawan yang bersalah, dia akan dikeluarkan,” katanya.

Ali menjelaskan, SPBU tersebut milik adiknya yang bernama Emmy. Namun, keterangan Ali itu berbeda dengan penjelasan polisi. Menurut Iptu Budi Santoso, SPBU bermasalah itu milik Ali Hasan. Keterangan itu berdasarkan kesaksian tersangka.

Suami bupati itu memang dikenal sebagai “Raja SPBU” di Tuban. Ali dan keluarga memiliki sejumlah SPBU di wilayah tempat istrinya menjadi penguasa daerah.

(Sumber: Jawa Pos)