15
11
2008
Hari kedua, 2 Nov 2008 :
Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari tetapi saya masih malas-malasan untuk bangun karena suhu udara yang dingin. Begitu juga teman tidur saya yang berada tepat di samping saya, dia terlihat masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Walaupun kedinginan kita tetap sadar dan tidak memilih untuk saling berpelukan. Ach masa iya terpaksa pelukan sesama lelaki gara-gara suhu udara yang dingin.
—–
Malam sebelumnya:
Selepas pergi dari air terjun madakaripura. Perjalanan dilanjutkan ke arah villa gunung bromo. Perjalanan menjelang petang ini semakin mengerikan karena jalanan yang cenderung naik dan berkelok-kelok mengelilingi area pegunungan dan ditambah lagi dengan suhu udara yang menembus jaket. Apalagi saat itu pakaian masih agak basah yaitu celana, baju dan sarung tangan, karena terkena percikan air terjun yang semakin menambah rasa dingin yang menusuk-nusuk setiap pori tubuh. Perjalanan menjelang magrib ini terlihat menawan karena rombongan rider naik berbaris, dilihat dari belakang sangat bagus karena pemandangan warna merah dari stop lamp yang terlihat berurutan, sayang diantara kami tidak ada yang mengabadikannnya, seharusnya yang berada di mobil berinisiatif untuk memotretnya.
Sampai di villa sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Negosiasi dengan pemilik villa lumayan alot untuk menetukan harga yang disepakati. Akhirnya negosiasi selesai dengan harga Rp 600.000,- untuk pengginapan, Rp 75.000,- untuk guide, Rp 150.000,- untuk tiket masuk bromo, dan 2 kali makan malam dan pagi hari untuk 35 orang Rp. 525.000,-.
Karena cuaca yang dingin saya memilih untuk tidak mandi. Sambil menunggu makan malam yang dijanjikan pukul 21.30 akhirnya banyak teman-teman rombongan yang memilih untuk mengganjal perut dengan makan bakso yang ada di depan villa. Agak mahal dengan tarif Rp 6000,- tapi tidak apalah dari pada mati kedinginan dan kelaperan. Untuk mengisi waktu sambil menunggu makan malam, saya memilih untuk sekedar jalan-jalan keliling komplek sambil ber-sms ria memberi kabar sanak saudara. Read the rest of this entry »
Berbagi
Comments : 10 Comments »
Categories : Kemana dimana
13
11
2008
Hari pertama, 1 Nov 2008 :
Bangun jam4.30 persiapan, mandi. Berkumpul di alon-alon tuban jam05.30. Lumayan banyak peserta yang terkumpul yaitu: 18 motor, 1 panther, dan 1 inova.

Mobil-mobil ini untuk safety car, untuk membawa perlengkapan P3K dan peralatan-peralatan darurat untuk kejadian yang tidak diinginkan.

Briefing, berdoa, berangkat dari tuban jam06.00 pagi dengan total 33 ekor manusia. Seru meluncur melaju dengan si meggy, beriring-iringan dengan para rider yang lain. Macam-macam type motor yang digunakan mereka, dari Honda Tigy, Meggy, Yamaha Vixy, Bajaj pulsar yang super irit, Kawak ZX130, sampai-sampai motor bebek cc kecil tidak mau kalah, yaitu si gesit irit smash 110 cc dan honda supra 100 cc yang shock depannya mentok abis. Read the rest of this entry »
Berbagi
Comments : 4 Comments »
Categories : Kemana dimana
9
10
2008
Hari ini teman-teman kantor telibat suatu percakapan di email yang membahas rencana untuk melakukan touring ke Sarangan dengan mengendarai motor. Sarangan itu mana kawan? Saya juga kurang tahu. Ternyata setelah searching di mbah google ketemu juga apa itu sarangan. Sarangan merupakan nama sebuah telaga. Telaga sarangan atau disebut juga dengan Telaga Pasir yang terletak di kaki gunung Lawu yang berjarak sekitar 16 Km (arah barat) dari kota Magetan. Baru tahu juga kalau tujuannya ke kota Magetan hehe.. Jadi seperti ini kira-kira rutenya Tuban - Pakah - Bojonegoro - Nganjuk - Caruban - Madiun - Maospati - Magetan - Sarangan.
Rencana keberangkatan hari Sabtu dengan bermalam disana dan perkiraan balik hari Minggu siang. Saling berbalas email untuk menentukan tanggal keberangkatan, opsinya yaitu:
1. 18~19 Oktober 2008.
2. 25~26 Oktober 2008.
3. 01~02 November 2008.
Dari email-email yang terkumpul sepertinya opsi terakhir yang menjadi penentuan. Banyak berbagai alasan yang menghambat seperti ada acara halal bihalal di kampung dan nonton lomba motorcross yang diadakan Yamaha pada tanggal 25-26 Oktober 2008 di sirkuit dadakan lapangan Sugihwaras, Jenu, Tuban. He..saya juga tidak akan melewatkan tontonan balapan itu. Sepertinya kebut-kebutan memang hobi saya
tapi dengan tetap slogan safety riding.
Semoga rencana ini nantinya terealisasikan. Tapi saya mesti menyiapkan si meggy untuk perjalanan ini. Yang pasti saya harus memasang spedometer yang sempat saya copot kemarin hihi.. rencana ganti yang model variasi biar lebih eye catching. Paling penting si indikator bensin. Dua kali saya kehabisan bensin. Yang pertama disaat reuni dengan anak-anak 2-1 Smada. Ach untunglah ada bro siskiln yang siap mendorong saya dan meggy dengan motornya. Yang kedua saat kemarin dipaksa bro siskiln menemani dia sowan ke mantan pacarnya. Lagi-lagi terima kasih buat bro siskiln. Ternyata perjuanganmu untuk sampai kerumah mantan kekasih memang berat. Tapi itu terbayar kan dengan perubahan drastis dari si mantan kekasih. Kata bro siskiln ‘wah saya terpesona, sekarang dia terlihat seperti cewe sungguhan’. Saya mengiyakan pernyataan dia, terus terang saya juga melihat perubahannya. Untuk diketahui para teman blogger si mantan kekasih dulunya tomboy.
Loh kok malah bahas mantan pacar? Meggy kemana? Semoga meggy sudah siap di ajak touring ke Sarangan nantinya.
*Mau otak-atik si meggy lagi*
Berbagi
Comments : 9 Comments »
Categories : Kemana dimana
">T-G
18
08
2008
1,5 jam perjalanan saya tempuh tuban-gresik bersama si meggy. Rasanya nyaman berpacu dengan waktu meningkatkan adrenalin. Sudah lama juga saya tidak menggeber si meggy seperti kemarin, kelamaan di rumah, banyak debu, jarang di pakai.
Macet di daerah babat karena ada rombongan karnaval dan sebagian jalan ada yang diperbaiki tapi tetap tidak menyurutkan jiwa ‘valentino rossi’ saya hehe.. Salip sana salip sini rasanya nikmat. Kecepatan maksimal yang berani saya capai hanya sebatas 120 km/jam tidak berani lebih, bisa-bisa onderdil meggy rontok satu-satu di jalan hehe..
Berbagi
Comments : 8 Comments »
Categories : Kemana dimana
">Parah
11
08
2008
Malam ini resepsi lagi di tempat seorang teman kantor. Fiyuh benar-benar banyak orang yang menikah sejak bulan Juli lalu. Saya pun kebanjiran banyak undangan. Masih menunggu satu lagi nanti tanggal 27 Agustus. Wah wah laris manis bak kacang goreng nich.
Ada seorang perempuan yang menyapa saya saat berada di tempat parkir acara tadi. Tapi saya benar-benar tidak ingat siapa dia.
“loh mas di sini juga? Temannya yang cewek / cowok?”
“yang cowok lah. Klo kamu?” saya balik bertanya dan masih mencoba mengingat siapa dia. Otak saya masih tidak sanggup mengingat walaupun sudah saya coba paksakan. Duch.
“hancur hatiku mas” jawab dia sambil pergi begitu saja.
Saya terbengong-bengong dan masih tidak ingat sama sekali. Payah..
Berbagi
Comments : 9 Comments »
Categories : Kemana dimana
29
07
2008
Tidak banyak gambar yang dapat dari hasil melancong ke klenteng kemarin. Apalagi bermodal hape jadul nan lemot. Hanya beberapa foto saja itupun mungkin membuat nafas hape saya terengah-engah hehe.. Read the rest of this entry »
Berbagi
Comments : 10 Comments »
Categories : Kemana dimana